Situs Resmi Dewan Koperasi Indonesia

DEWAN KOPERASI INDONESIA

TRANSFORMASI DIGITAL BISNIS KOPERASI MENUJU KOPERASI KUAT, MODERN, DAN MANDIRI

Digikop Gandeng Dukcapil dan Peruri Bangun Jaringan Bisnis Koperasi

Dewan Koperasi Indonesia bersama mitranya PT Digikop Cipta Indonesia (Digikop) menggandeng Direktorat Jenderal Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri serta Perusahaan Uang Negara (Peruri). Langkah itu dilakukan untuk mempercepat dan memperluas penetrasi digitalisasi koperasi di Indonesia.

“Dekopin punya narasi besar tentang digitalisasi koperasi sebagai keniscayaan di era digital. Dekopin mencoba mempercepat langkah dengan menggandeng Dukcapil dan Peruri,” kata Ketua Umum Dekopin Dr. (Hc). Drs. Nurdin Halid dalam sambutan pembukaan acara bertajuk ‘Sosialisasi Jaringan Bersama Akses Dukcapil serta Produk Digital dan Meterai Elektronik untuk Koperasi’ yang digelar secara virtual, Selasa (14/9/2021).

Dua isu yang menjadi fokus kegiatan sosialisasi tersebut mendapat sambutan luas dari jaringan koperasi Indonesia. Tercatat 460 peserta yang hadir di ruang zoom. Dari 460 peserta itu, sebanyak 80% adalah ketua dan atau pengurus koperasi mewakili masyarakat koperasi dari seluruh provinsi di Indonesia.

“Ini menjadi role model dalam upaya Dekopin mendesain kerja sama jaringan bisnis koperasi secara nasional. Kelemahan koperasi kita selama ini ialah sulit membangun jaringan kerja sama secara vertikal maupun horisontal. Jadi, ini langkah penting mempromosikan ekonomi anggota sekaligus mengkapitalisasi kekuatan koperasi negeri ini yang berjumlah sekitar 125 ribu koperasi berbadan hukum dengan anggota 26 juta orang,” ujarnya.

Dekopin melihat, lanjut Nurdin Halid, digitalisasi sebagai solusi strategis untuk melakukan transformasi, konsolidasi, dan kapitalisasi potensi besar koperasi NKRI. ”Karena itu, sejak Hari Koperasi 12 Juli 2020, Dekopin bekerja sama dengan Digikop untuk merealisasi digitalisasi manajemen dan bisnis koperasi. Menggandeng Dukcapil dan Peruri adalah upaya nyata mewujudkan narasi besar digitalisasi koperasi NKRI,” tegas Nurdin.

Data Penting Negara

Sementara itu, Direktur Fasilitasi Pemanfaatan Data dan Dokumentasi Kependudukan Ditjen Dukcapil Kemendagri yang diwakili Drs. Akhmad Sudirman Tavipiyono menyampaikan apresiasi atas inisiatif Dekopin dan Digikop dalam membuat Jaringan Bersama Akses Data Dukcapil untuk koperasi-koperasi Indonesia. Per 6 September 2021, terdapat 3.904 lembaga yang bekerja sama dengan Dukcapi untuk menggunakan akses data ke server Dukcapil. Dan, menurut data historis tercatat sudah 6,768.677.339 miliar kali data Dukcapil dipakai.

“Namun, baru 9 koperasi dari 125.000 koperasi yang sudah melakukan perjanjian kerja sama dengan Dukcapil. Dari 9 koperasi tersebut, hanya empat koperasi yang memakai data Dukcapil, termasuk Dekopin sendiri. Kami tentu berharap, dari kegiatan sosialisasi hari ini akan banyak koperasi yang tertarik dan mau memanfaatkan akses data Dukcapil yang tentu sangat bermanfaat bagi perencanaan dan usaha-usaha koperasi,” ujar Tavipiyono.

Ia menjelaskan manfaat nyata data Dukcapil bagi keperluan koperasi maupun anggota-anggotanya. “NIK dicantumkan dalam setiap dokumen kependudukan dan dijadikan dasar penerbitan paspor, surat izin mengemudi, nomor pokok wajib pajak, polis asuransi, sertifikat hak atas tanah, dan penerbitan dokumen identitas lainnya,” kata Tavipiyono mengutip Pasal 13 Ayat (3) UU Nomor 24 Tahun 2013.

Sedangkan Christina Lilik Sudaryati, S.H, M.Si dari Dukcapil berharap dari 125 ribu koperasi yang ada bisa memanfaatkan posisi Dekopin dengan Jaringan Bersama yang sudah dibangun bersama DIGIKOP. “Ingat, Dukcapil hanya memberikan hak akses data kepada lembaga. Bukan memberikan data. Jadi, server Dukcapil hanya menyatakan apakah data berbasis NIK itu benar adanya atau tidak,” papar Christina.

Direktur Utama PT DCI (Digikop) Nurlia Nafusa menjelaskan, pihaknya telah menyiapkan Jaringan Bersama untuk memudahkan koperasi-koperasi di Indonesia bisa mengakses data NIK Dukcapil.

“Kami katakan efisien karena koperasi-koperasi tidak dikenakan biaya. Ini merupakan salah satu inisiatif untuk mengembangkan akses Masyarakat Koperasi Indonesia kepada database penting milik Negara,” ujar Nurlia.

Meterai Elektronik

Direktur Pengembangan Usaha Peruri Fajar Rizki Lucky menjelaskan, sesuai PP Nomor 6 Tahun 2019, Peruri mendapat tugas baru negara, yaitu menjalankan sistem digitalisasi dokumen negara dan bisnis produk-produk digital.

“Selain tugas utama yang lama mencetak uang, meterai, perangko dan lain-lain, Peruri mendapat tugas tambahan memproduksi dan mendistribusikan produk digital dan meterai elektronik yang menjadi tuntutan kemajuan di era digital. Ada beberapa produk digital yang bisa dipakai oleh koperasi baik untuk urusan administrasi secara elektronik dengan anggota maupun ikut menjadi agen atau distributor produk-produk digital Peruri,” ujar Lucky.

SVP Peruri Digital Security Mohamad Wirawan Widodo menjelaskan pentingnya sistem keamanan produk digital (security electronic system).“Ada tiga level jaminan keamanan sehingga percayalah bahwa kerja sama Peruri dengan koperasi sangat aman, terutama terkait dokumen kerja sama koperasi dengan anggota. Jadi, sistem keamanan ini semacam satpam digital,” Wirawan.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *